TelusurSUMUT.com– Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) Sumatera Utara menegaskan bahwa isu kepala desa meminta jabatan seumur hidup yang beredar di media sosial merupakan narasi yang tidak sesuai dengan substansi hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AKSI 2026. Kamis, (1/10/2026).
Ketua AKSI Sumatera Utara, Wahid Iskandar Barus, M.Pd., didampingi Sekretaris Samsiadi, M.Si., dan Bendahara Susilawati, menyampaikan bahwa rilis hasil Rakernas tersebut merupakan bentuk klarifikasi untuk meluruskan informasi yang dinilai menyesatkan dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan adanya pihak yang mengambil cuplikan foto kegiatan Rakernas, kemudian membangun narasi seolah-olah kepala desa meminta jabatan seumur hidup. Kami mengutuk dan mengecam tindakan yang tidak bertanggung jawab tersebut. Masyarakat harus mendapatkan informasi yang utuh dan berdasarkan fakta,” tegas Wahid.

Dalam Rakernas 2026 yang mengusung tema “Desa Sebagai Episentrum Pembangunan Nasional: Mengawal Asta Cita Melalui Penguatan Kelembagaan, Ekonomi Desa dan Ketahanan Pangan”, AKSI menghasilkan delapan rekomendasi strategis yang disampaikan kepada pimpinan DPR RI serta kementerian dan lembaga terkait.
Delapan rekomendasi tersebut mencakup penguatan kepastian hukum pemerintahan desa, perlindungan hukum, keadilan pembiayaan desa, pembangunan infrastruktur dan transformasi digital, ketahanan pangan, kesejahteraan kepala desa dan perangkat desa, penguatan BUM Desa dan Koperasi Desa Merah Putih, serta penyelesaian persoalan kawasan hutan.
Wahid menegaskan bahwa seluruh rekomendasi tersebut bertujuan mendorong kemajuan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tidak terdapat rekomendasi yang secara eksplisit meminta jabatan kepala desa seumur hidup.
“AKSI SUMUT SIAP SUKSESKAN PROGRAM PEMERINTAH PRABOWO-GIBRAN HINGGA KE PELOSOK DESA”
Selain meluruskan informasi yang berkembang, AKSI Sumatera Utara menyatakan kesiapan untuk bersinergi dan mendukung pelaksanaan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat desa.

Menurut Wahid, pemerintahan desa memiliki posisi penting sebagai ujung tombak pembangunan nasional. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintahan desa sangat diperlukan agar berbagai program pembangunan dapat terlaksana secara optimal.
Dukungan tersebut meliputi penguatan ketahanan pangan, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
“Kami siap bersinergi dan mengambil bagian dalam menyukseskan program program pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Harapan kami, seluruh program tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat hingga ke pelosok desa di seluruh Indonesia,” ungkap Wahid.
Sementara itu, Ketua Umum AKSI, Irawadi, menegaskan bahwa hasil Rakernas 2026 bukan sekadar daftar tuntutan, melainkan tawaran solusi dan bahan dialog kebijakan yang lahir dari berbagai persoalan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
AKSI juga mendorong DPR RI untuk mengawal harmonisasi regulasi dan memfasilitasi dialog dengan kementerian terkait, serta meminta pemerintah menyelaraskan kebijakan pembangunan desa antara pusat dan daerah.
Menutup keterangannya, Wahid Iskandar Barus mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya di media sosial.
“Kami berharap klarifikasi ini dapat mencerahkan masyarakat dan menghentikan penyebaran hoaks. Mari kita kedepankan fakta, jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Kritik merupakan hal yang wajar, tetapi jangan sampai memelintir fakta dan merugikan pihak lain,” tutupnya.
AKSI SUMUT: BERSINERGI MEMBANGUN DESA, MENDUKUNG PROGRAM PEMERINTAH, DAN MENDORONG KEMAJUAN INDONESIA.
“BANGUN DESA, BANGUN INDONESIA.”














