Medan,telusurSUMUT.com-Sumpah Pemuda bukan sekadar catatan sejarah perjuangan bangsa, melainkan ikrar yang terus hidup sebagai landasan persatuan dan semangat generasi muda Indonesia. Peringatan Sumpah Pemuda 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
Hal ini ditegaskan praktisi hukum Indonesia Tongku Solah Hamonangan Daulay pada wartawan, saat bertolak dari Bandara Kualanamu, Rabu (28/10/2026).
Pria yang akrab disapa Hamonangan Daulay ini, Indonesia Emas 2045 tidak semata-mata diukur dari kemajuan ekonomi, kecanggihan teknologi, maupun pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, masa depan Indonesia harus dibangun di atas fondasi keadilan, integritas, persatuan, serta kesempatan yang setara bagi seluruh rakyat untuk berkembang dan meraih kesejahteraan.
Semangat Sumpah Pemuda lanjutnya, mengajarkan bahwa perbedaan suku, agama, bahasa, dan budaya bukanlah penghalang untuk maju bersama. Sebaliknya, keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dirawat melalui sikap saling menghormati, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.
Generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah perjalanan bangsa. Mereka tidak hanya dituntut menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus memiliki karakter, kejujuran, kepedulian sosial, serta keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan global, pemuda harus mampu menjadi pelopor perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat. Kreativitas dan inovasi perlu berjalan beriringan dengan etika, tanggung jawab, serta semangat menjaga persatuan bangsa.
Namun, cita-cita Indonesia Emas tidak akan terwujud apabila masih terdapat ketimpangan kesempatan, ketidakadilan, dan rendahnya integritas”terangnya.

Pembangunan harus membuka ruang yang luas bagi seluruh anak bangsa, baik di perkotaan maupun di pelosok negeri, untuk memperoleh pendidikan berkualitas, pekerjaan yang layak, dan kesempatan mengembangkan potensi diri.
Karena itu, peringatan Sumpah Pemuda hendaknya tidak berhenti pada upacara seremonial dan slogan semata. Semangat persatuan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, kampus, tempat kerja, hingga kehidupan bermasyarakat dan bernegara” papar Hamonangan Daulay yang juga Wakil Sekjen DPN PERADI ini.
“Sumpah Pemuda 2026 adalah panggilan bagi seluruh anak bangsa untuk menyatukan langkah, memperkuat integritas, menegakkan keadilan, dan menghadirkan kesempatan yang setara bagi semua.” Tegasnya.
Dengan semangat persatuan dan kerja nyata, Indonesia Emas 2045 bukan sekadar impian, melainkan cita-cita bersama yang harus diperjuangkan sejak hari ini.
Berbeda dalam keberagaman, bersatu dalam perjuangan, dan bersama membangun Indonesia yang adil, maju, serta bermartabat.”pungkasnya.(hrp)














