Asal Usul dan Perkembangan Kota Gunungtua yang Legendaris

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh H. Maradaman Harahap,

 

Gunungtua bisa juga ditulis Gunung Tua adalah sebuah kota kecil yang terletak di bagian selatan Provinsi Sumatera Utara dan jaraknya sekitar 390 kilometer dari kota Medan via Rantau Prapat, sedangkan via Danau Toba (Parapat) dan Tarutung jaraknya sekitar 425 kilometer.

Sebelum menjadi ibukota Kabupaten Padang Lawa Utara, Gunungtua adalah ibukota Kecamatan Padang Bolak yang waktu itu daerahnya sangat luas meliputi Halongonan dan sekitarnya (sebelum dimekarkan tahun 1996 menjadi Kecamatan Halongonan (sekarang Kecamatan Halongonan dan Halongonan Timur), Padang Bolak Julu (sebelum dimekarkan pada tahun 1999 menjadi Kecamatan Padang Bolak Julu), Portibi dan sekitarnya (sekarang Kecamatan Portibi), Nagasaribu dan sekitarnya (sekarang Kecamatan Padang Bolak Tenggara).

Dikutip dari berbagai sumber bahwa pada zaman penjajahan Belanda, Padang Bolak berstatus sebagai sebuah Distrik (Onderdistrik) yang menjadi bagian dari Onder-Afdeeling Padang Lawas, di bawah
struktur Afdeeling Padang Sidempoean (Keresidenan Tapanuli) yang pusat pemerintahan Distrik (Onderdistrik) berkedudukan di Gunung Tua.

Sejak zaman kolonial Belanda, posisi Gunungtua sangat strategis karena selain dalam hal eksploitasi sumber daya alam dan pengendalian wilayah oleh pemerintahan kolonial juga menjadi daerah persinggahan jalur perdagangan utama antara Rantau Prapat (Labuhanbatu) dan Kota Padangsidimpuan yang jaraknya cukup jauh (sekitar 167 kilometer) membuat para pedagang mendirikan tempat tinggal dan area pasar permanen di sana.

Sebelum resmi menjadi pusat perdagangan yang ramai, aktivitas ekonomi di kawasan ini berawal dari kegiatan warga yang mendirikan warung-warung kecil di pinggir jalan lintas untuk melayani para pelintas dan warga sekitar. Dari titik awal yang sederhana tersebut, interaksi jual beli terus tumbuh dan se-iring berjalannya waktu, pemukiman bercorak perkotaan modern mulai terbentuk secara massif, lalu sekitar tahun 1821 Pasar Gunungtua mulai didirikan.

Baca Juga:  Masyarakat Sei Kepayang Siap Menangkan Edy-Hasan

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Gunungtua perlahan-lahan mengalami perubahan signifikan dan Kecamatan Padang Bolak merupakan salah satu wilayah kecamatan induk historis yang telah ada sejak era awal pembentukan daerah otonom di Sumatera Utara (Tercatat dalam landasan pembentukan wilayah Tapanuli Selatan seperti UU Darurat No. 7 Tahun 1956).

Selain sebagai ibukota Kecamatan Padang Bolak, Gunungtua dari dulu hingga saat ini menjadi tempat berkumpulnya berbagai lapisan masyarakat terutama hari Sabtu karena merupakan hari pekan (poken)
dan banyak masyarakat dari pedesaan memasarkan hasil bumi di pasar tersebut seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan sebagainya serta adajuga pedagang dari daerah lain seperti Sipirok, Padangsidimpuan dan lain-lain.

Sementara itu ada juga sebagian kecil masyarakat yang datang ke Gunungtua hanya sekedar jalan-jalan dan rekreasi sehingga menambah padatnya pasar tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pasar Gunungtua adalah pusat perdagangan utama di Padang
Bolak dan berperan penting dalam kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

Sementara itu anak-anak dari berbagai desa yang ada di Padang Bolak pada masa itu pergi ke Gunungtua terutama pada hari Sabtu merupakan kebanggaan karena bisa melihat langsung keramaian pasar
dan aneka macam kegiatan/permainan, namun kesempatan itu jarang diperoleh karena waktu itu hari Sabtu bukanlah hari libur sekolah.Tetapi setelah anak-anak desa tamat dari SR/SD banyak yang melanjutkan pendidikan ke SMP, SMA dan lain-lain di Gunungtua dan pada umumnya bertempat tinggal di kota ini.

Menjelang peringatan hari kemerdekaan RI, setiap hari kota Gunungtua ramai dikunjungi oleh masyakarat untuk melihat berbagai kegiatan dan perlombaan terutama pada sore hari ada pertandingan
sepakbola antar kampung bertempat di lapangan bawah yang sudah dijadikan alun-alun kota Gunungtua.

Baca Juga:  PERINGATI HARI BURUH INTERNASIONAL, KSBSI BATU BARA BAGIKAN 500 PAKET SEMBAKO

Kota Gunungtua yang sudah berdiri ratusan tahun yang lalu memiliki sejarah panjang dan menjadi kebanggaan warga kecamatanPadang Bolak terutama yang merantau ke berbagai wilayah di Nusantara
karena dari sanalah langkah pertama membuka jalan untuk kemajuan.

Mengutip postingan Bapak Agullalim Harahap seorang Purnawirawan POLRI asal Portibi di WA Group IGABETUA tanggal 16 Juli 2026 menyebutkan “Walau semuanya kelak hanya tinggal kenangan, selama hidup di Gunungtua City selalu di hati karena disanalah kita beranjak dewasa (sekolah) dan dari sana pula kita berpencar ke mana-mana (merantau) Semoga Gunungtua City semakin indah dan Lestari”.

Banyak fakta empiris yang menggambarkan bahwa Gunungtua merupakan kota kebanggaan karena hampir semua perantau dari Padang Bolak pastilah mengaku dari Gunungtua meskipun kampungnya jauh dari kota Gunungtua.

Saya sendiri memiliki pengalaman ketika bertugas di Lahat Sumatera Selatan, bertemu dengan seorang perantau
saat kami berkenalan awalnya dia mengaku orang Gunungtua akan tetapi setelah saya tanya secara detail ternyata kampungnya jauh dari Gunungtua. (maaf tidakmenyebut nama dan desanya) Fenomena ini menjadi bukti bahwa Gunungtua memang sebuah
kota legendaris meskipun saat ini Paluta (Padang Lawas Utara) lebih populer jika dibandingkan dengan Padang Bolak namun Gunungtua tetaplah kota kenangan yang tidak terlupakan.

Sejak berdirinya Kabupaten Padang Lawas Utara tahun 2007 kota Gunungtua sudah berubah status menjadi ibukota kabupaten, akan tetapi perkembangannya terkesan agak lambat (mohon maaf) mengingat sudah 19 tahun menjadi ibukota kabupaten belum terlihat perubahan yang signifikan.

Oleh karena itu diharapkan kepada pemerintah Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara agar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sudah dibuat oleh pemerintah daerah Kabupaten Padang Lawas Utara (kita yakin 100 persen sudah dibuat) benar-benar dilaksanakan sehingga pembenahan kota Gunungtua lebih maju dan modern.

Baca Juga:  INALUM Salurkan Sejumlah Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Bencana Di Sumatera Utara

Semoga Gunungtua menjadi kota yang semakin berkembang, maju dan modern. Amin YRA.(*)

Penulis adalah putera daerah lahir dan besar di Padang Bolak Padang Lawas Utara, tinggal di Jakarta.

Berita Terkait

Kemenag-Sekolah Tinggi Konghucu MoU Program Bahasa Mandarin Lingkungan Madrasah, Dr H Saripuddin Daulay: Bahasa Mandarin Pintu Lapangan Kerja Diera Globalisasi
Dari Lahan Jagung Seraya Menanam Literasi Keimigrasian, Imigrasi Yogyakarta Bangun Benteng Desa Cegah Dini TPPO
Sekilas Tentang Desa Batu Mamak, di Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara
87.000 Bibit Mangrove INALUM terus Dirawat, Benteng Hijau Pesisir Sumut Lawan Abrasi dan Iklim
Kopri PKC PMII Sumut Kecam Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid SD
“Lelaki Itu Menanam Sebelum Ada yang Peduli” Raih Juara 1 IN-Journal Chapter II
Sekilas Tentang Sepak Bola di Padang Bolak dari Masa ke masa
Bangun Indonesia dari Desa, Ketua DPD AKSI Sumut Ajak Kepala Desa Sukseskan KDKMP sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Asal Usul dan Perkembangan Kota Gunungtua yang Legendaris

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:18 WIB

Kemenag-Sekolah Tinggi Konghucu MoU Program Bahasa Mandarin Lingkungan Madrasah, Dr H Saripuddin Daulay: Bahasa Mandarin Pintu Lapangan Kerja Diera Globalisasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:56 WIB

Dari Lahan Jagung Seraya Menanam Literasi Keimigrasian, Imigrasi Yogyakarta Bangun Benteng Desa Cegah Dini TPPO

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:09 WIB

Sekilas Tentang Desa Batu Mamak, di Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara

Senin, 27 Juli 2026 - 13:03 WIB

87.000 Bibit Mangrove INALUM terus Dirawat, Benteng Hijau Pesisir Sumut Lawan Abrasi dan Iklim

Berita Terbaru

Topik Terkini

Asal Usul dan Perkembangan Kota Gunungtua yang Legendaris

Senin, 3 Agu 2026 - 12:43 WIB

Labuhanbatu

Bupati Maya Ajak Wujudkan Paud Yang Maju, Unggul dan Berkwalitas

Rabu, 29 Jul 2026 - 07:17 WIB