Polairud Batu Bara Tindak Lanjuti Pengaduan Nelayan Korban Tabrakan Kapal Pukat Apung di Kuala Indah

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TelusurSUMUT.com– Unit Markas Polairud Kabupaten Batu Bara bergerak cepat menindaklanjuti pengaduan masyarakat (dumas) terkait insiden kecelakaan laut yang menimpa seorang nelayan di perairan Kuala Indah pada Rabu (22/4/2026) lalu.

Pengaduan disampaikan oleh korban, Nanda Gunawan (22), yang mengaku sampannya karam setelah diduga ditabrak kapal penangkap ikan jenis pukat apung di perairan sekitar dua mil dari daratan, tepatnya di kawasan Jermal 4.

Menanggapi laporan tersebut, pihak Polairud segera melakukan langkah awal berupa pengumpulan keterangan serta penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat. Koordinasi juga dilakukan dengan kelompok nelayan dan pihak terkait, termasuk yang beroperasi di wilayah perairan Asahan.

Kanit Markas Airud Batu Bara, IBDA Handrico P. Kaban, SH., MH, menegaskan bahwa pihaknya tetap menjalankan tugas dan fungsi kepolisian meskipun laporan yang diterima masih bersifat pengaduan masyarakat dan belum menjadi laporan resmi.

“Kami telah menerima dumas dari korban dan saat ini sedang melakukan penelusuran serta koordinasi dengan pihak terkait. Proses ini membutuhkan waktu, mengingat lokasi kejadian di laut serta keterbatasan saksi dan bukti di lapangan,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat nelayan, khususnya di wilayah Kuala Indah, untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan di luar hukum.

“Kami meminta masyarakat untuk menahan diri dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Setiap informasi yang berkaitan dengan kejadian ini sangat kami harapkan untuk membantu proses penyelidikan,” tambahnya.

Dalam insiden tersebut, korban diketahui selamat setelah berenang selama kurang lebih satu jam menuju sampan rekannya. Namun, ia mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp25 juta akibat sampan karam serta hilangnya alat tangkap, termasuk komponen pelampung jaring yang oleh nelayan setempat dikenal sebagai “tombol kopi”.

Baca Juga:  Kapolsek Medang Deras Salat Subuh Berikan Binluh Pilkada Damai

Hingga saat ini, pihak Polairud masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas kapal yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Berita Terkait

Sekilas Tentang Desa Batu Mamak, di Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara
87.000 Bibit Mangrove INALUM terus Dirawat, Benteng Hijau Pesisir Sumut Lawan Abrasi dan Iklim
INALUM Buka Magang 2026, Bidik Mahasiswa Siap Masuk Industri Aluminium Nasional
Minim Papan Informasi, Pembangunan Fasilitas YAPI Sipare-Pare Disorot, Formasib Minta Klarifikasi dan Transparansi Anggaran
Kopri PKC PMII Sumut Kecam Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid SD
“Lelaki Itu Menanam Sebelum Ada yang Peduli” Raih Juara 1 IN-Journal Chapter II
Sekilas Tentang Sepak Bola di Padang Bolak dari Masa ke masa
Bangun Indonesia dari Desa, Ketua DPD AKSI Sumut Ajak Kepala Desa Sukseskan KDKMP sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:09 WIB

Sekilas Tentang Desa Batu Mamak, di Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara

Senin, 27 Juli 2026 - 13:03 WIB

87.000 Bibit Mangrove INALUM terus Dirawat, Benteng Hijau Pesisir Sumut Lawan Abrasi dan Iklim

Senin, 27 Juli 2026 - 10:10 WIB

INALUM Buka Magang 2026, Bidik Mahasiswa Siap Masuk Industri Aluminium Nasional

Senin, 27 Juli 2026 - 09:30 WIB

Minim Papan Informasi, Pembangunan Fasilitas YAPI Sipare-Pare Disorot, Formasib Minta Klarifikasi dan Transparansi Anggaran

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:36 WIB

“Lelaki Itu Menanam Sebelum Ada yang Peduli” Raih Juara 1 IN-Journal Chapter II

Berita Terbaru