TelusurSUMUT.com– Aksi damai yang digelar di depan Main Office PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) berlangsung dengan suasana tertib dan penuh hikmat. kamis (23/10) Kemarin.
Beberapa orang menyuarakan harapan agar hak pesangon para eks pekerja Kokalum segera dipenuhi. Di tengah hangatnya suasana demokrasi itu, sempat beredar potongan video yang menampilkan sosok Kepala Departemen (Kadep) Pengamanan PT Inalum, Firman Usman, yang oleh sebagian pihak dinarasikan bersikap arogan.
Namun sejatinya, pesan yang ingin disampaikan Firman bukanlah tentang kekuasaan, melainkan tentang keseimbangan antara aspirasi dan tanggung jawab bersama.
“Kami hanya mengingatkan agar jalur bus karyawan tidak terhalang,” ujarnya tenang. “Di dalam bus itu ada rekan-rekan yang juga sedang menuju pulang dari mencari nafkah. Kita hormati ekspresi demokrasi kawan-kawan, tapi di sisi lain, ada hak publik yang juga perlu dijaga,”katanya kepada wartawan, Jumat (24/10)
Begitu hak orang didalam bus harus kita hormati, anak isteri mereka menunggu kepulangan, maka sebagai pengamanan pihaknya memastikan bus keluar dan jalan dengan baik, agar tidak ada hak asasi yang lain terganggu.
Dengan tutur yang lembut, Firman menegaskan bahwa sikapnya tidak dilandasi arogansi, melainkan kesadaran akan tugas menjaga Objek Vital Nasional (Obvitnas) di Kuala Tanjung.
“Kalau ada pandangan lain, tentu kami hormati, itu hak subyektif teman-teman semua, Tapi tugas kami adalah memastikan semuanya berjalan aman, untuk aset rakyat, aset negara, dan keselamatan bersama,” ungkapnya.
Ia menutup dengan kalimat yang mencerminkan kedewasaan dan penghargaan terhadap perbedaan, dan apa yang diaspirasikan itu, harapannya dapat terselesaikan dengan baik sesuai mekanisme yang berlaku.
“Ekspresi aspirasi adalah hak warga yang dijamin undang-undang. Begitu juga menjaga Obvitnas adalah amanah undang-undang. Maka mari kita jaga bersama kondusivitas dengan peran dan tanggung jawab masing-masing. Kami selalu terbuka.” Ungkapnya.














