TelusurSUMUT.com – Fenomena alam yang terjadi belakang ini sangat meresahkan masyarakat khusus nya nelayan pelaut. Pasalnya, dengan adanya peringatan BMKG, tidak sedikit masyarakat nelayan merasakan dampak dari fenomena tersebut.
” Para nelayan sulit untuk pergi melaut. Bahkan sudah banyak yang kehilangan alat tangkap saat melaut disebabkan cuaca yang tidak bersahabat,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Batu Bara, Rinanda kepada wartawan, Rabu (25/09/2024)
Menurut pria yang akrab disapa Nanda ini, lebih kurang sepuluh orang nelayan Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara mengalami musibah kehilangan alat tangkap saat melaut, alat tangkap yang dipergunakan jenis tangkul naga, rata-rata kerugian berkisar lima juta per nelayan dengan kejadian fenomena alam saat ini.
” Untuk membentuk alat tangkap yang baru para nelayan harus mencari pinjaman agar kembali dapat melaut,” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan Nanda, pihaknya akan mendata dan akan menyampaikan hal ini ke pihak pemerintah serta perusahaan di sekitar kuala tanjung agar membantu dan memperhatikan kondisi nelayan yang lagi ditimpa musibah.
” Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebelum mendapat pinjaman untuk membeli alat tangkap (tangkul) yang baru, seraya berharap ada pihak-pihak yang bisa memperhatikan kondisi ini, para nelayan terpaksa bekerja mocok – mocok dulu,” ungkap Nanda.
Terpisah, seorang nelayan bernama ucok warga Desa Kuala tanjung yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan meminta kepada HNSI sebagai wadah para nelayan tradisional agar dapat menyambung aspirasi mereka baik kepada pihak pemerintah maupun pihak perusahaan sehingga musibah yang dialami para nelayan dapat terbantu.














