TelusurSUMUT.com– Robohnya tanggul Sungai Dalu Dalu di Desa Sukaraja pada Sabtu (13/12/2025) menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat. Pasalnya, tanggul tersebut baru selesai dibangun pada tahun 2024, namun kini kembali ambruk dan berpotensi menyebabkan banjir serta merusak sawah dan ladang milik warga di sekitar desa.
Kondisi ini memicu keresahan warga yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Selain ancaman banjir, rusaknya tanggul juga dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas ekonomi dan keselamatan masyarakat Desa Sukaraja.
Muhammad Bayu selaku Ketua Tim Basis Batu Bara menyayangkan kejadian tersebut. Ia menilai pembangunan tanggul yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah dari uang rakyat kini terkesan sia-sia.
“Ini sangat disayangkan. Miliaran uang rakyat yang digunakan untuk pembangunan tanggul tersebut seakan terbuang percuma. Kejadian ini justru menjadi bahan keluhan dan kekecewaan di tengah masyarakat,” ujar Bayu.
Ia juga menegaskan bahwa peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, robohnya infrastruktur publik secara berulang menunjukkan adanya persoalan serius dalam pelaksanaan proyek pembangunan.
“Hal ini terus berulang dan seolah menjadi masalah besar yang tidak pernah benar-benar diselesaikan. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera memeriksa dan mengusut dugaan penyelewengan dalam proyek pembangunan tanggul ini,” tegasnya.
Bayu menambahkan, perlu dilakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan apakah robohnya tanggul disebabkan oleh perencanaan yang tidak matang, pelaksanaan pembangunan yang sembrono, atau lemahnya pengawasan dari pihak terkait.
Di akhir pernyataannya, Bayu berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah perbaikan secara serius dan bertanggung jawab agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman, tenang, dan nyaman tanpa dihantui ancaman banjir di kemudian hari.














