Deliserdang,telusurSUMUT.com-Bea Cukai (BC) Kualanamu, sebagai bagian dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia, turut berpartisipasi dalam kegiatan tahunan Kemenkeu Mengajar (KM), yang telah memasuki edisi ke-IX tahun 2024, diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia dan melibatkan ribuan pegawai Kementerian Keuangan sebagai relawan, termasuk di wilayah
Sumatera Utara.
Program tahunan Kemenkeu dengan tagline “Satu Hari Mengajar, Selamanya Memberi Arti”.
Bertujuan, untuk memperkenalkan konsep pengelolaan keuangan negara, terutama APBN, kepada generasi muda sejak dini. Dengan demikian, siswa dapat memahami peran APBN dalam pembangunan nasional dan kontribusinya terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Kepala Bea Cukai Kualanamu, Moh. Zamroni, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini
dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan lebih banyak pegawai Kementerian Keuangan yang
terlibat. “Kami berharap pengenalan mengenai pentingnya pengelolaan APBN dan uang kita dapat lebih meluas di kalangan siswa-siswi sejak dini”.jelasnya, Selasa (15/10).
Program ini menyasar siswa dari berbagai jenjang
pendidikan, mulai dari Sekolah SD, Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah
Menengah Atas (SMA). Melalui program ini, siswa diajak untuk memahami peran APBN dalam
mendukung sektor-sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Pada kegiatan tahun ini mendapat dukungan yang luas untuk program KM IX ini, yang berasa pegawai dari berbagai unit Kementerian Keuangan di wilayah Sumatera Utara, termasuk Bea
Cukai Kualanamu tidak ketinggalan turut berpartisipasi.
Para pegawai ini merupakan relawan dari kalangan pekabat eselon III ke atas, 28 panitia daerah, 135 pengajar dan 21 relawan dokumentator di sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Di Kabupaten Samosir, salah satu relawan pengajar dari Bea Cukai Kualanamu, Delfi Andri,
mengajar di SD Negeri 15 Ambarita. Delfi menyampaikan bahwa kegiatan dimulai dengan
penyambutan hangat dari pihak sekolah antara lain disambut dengan tarian tradisional Samosir.
Pengajaran diawali dengan memperkenalkan tema #Uang Kita dan APBN kepada siswa kelas 5 SD dengan cara yang interaktif, diiringi permainan edukatif. Pada akhir kegiatan, para relawan memberikan cinderamata berupa tas sekolah yang disambut antusias oleh para siswa.
Kegiatan ditutup dengan perlombaan bakat antar sekolah di Pulau Samosir.
Selain itu, kegiatan serupa juga dilaksanakan di ada tujuh sekolah lainnya di Kota Medan,
antara lain SMP Az-Zakiyah Islamic Leadership, SD Swasta Budhis Bodhicitta, SMA IT Al Hijrah
SMA Swasta Prime One School, Sekolah Luar Biasa (SLB) E Negeri Pembina Prov. Sumatera
Utara, SD Swasta Santo Thomas 5 Medan dan SMA Negeri 5 Medan.
SMA Negeri 5 Medan, salah satu sekolah yang menjadi lokasi KM-IX, pembukaan kegiatan
dipimpin oleh Moh. Zamroni, Kepala Bea Cukai Kualanamu dalam sebuah upacara bersama.
Suasana semakin semarak di SMA Negeri 5 Medan dengan atraksi Anjing Pelacak K9 Unit dan penampilan formasi barisan siswa yang membentuk lambang KM-IX. Pertunjukan band dari siswa SMA Negeri 5 turut menyemarakkan acara. Relawan dokumentator dari Bea Cukai Kualanamu, Bincar R. Bangun, bertugas merekam berbagai momen penting selama acara berlangsung. (hrp).














