Pantai Labu,telusurSUMUT.com-Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Deliserdang Dr H Saripuddin Daulay bersama tim turun langsung ke Desa Palu Sibaji, Kecamatan Pantai Labu Deliserdang untuk antisipasi dan upaya preventif provokasi isu SARA di daerah tersebut, Rabu (23/7/2025)
Kakan Kemenag bersama Penyelenggara Bimas Buddha dan Kasi Bimas Islam membuka pertemuan di kantor KUA Pantai Labu.Dimana ketua Yayasan Purnama Satya Dharma Bun Hui juga hadir.
Setelah mendengarkan informasi Kakan Kemenag Deliserdang mengatakan bahwa Pendidikan agama wajib di dapat oleh setiap anak bangsa karena semuanya sama di mata negara.
Lanjut Kemenag sekolah Minggu Buddha bertujuan untuk menanamkan saddha/sraddha dan bhakti peserta didik dalam rangka meningkatkan keimanan umat Buddha secara berkesinambungan.
Sekolah Minggu Buddha merupakan pelengkap atau bagian dari pendidikan agama pada satuan Pendidikan formal.
Setelah pertemuan tersebut, Kakak Kemenag bersama Penyelenggara Bimas Buddha dan Ketua Yayasan Purnama Satya Dharma Bersama-sama meninjau langsung ke Yayasan Purnama Satya Dharma yang terletak di desa palu sibaji, kecamatan pantai labu, kabupaten deli serdang.

Tujuannya untuk melihat secara langsung apakah ada kegiatan Pembangunan vihara, ternyata yang di jumpai adalah para guru nama Nevadhamma Sekha Purnama Pelita Harapan yang baru selesai mengajar.
Setelah berdialog dengan para guru tersebut Kakan Kemenag meninjau ruangan kelas kegiatan mengajar Nevadhamma Sekha Purnama Pelita Harapan yang di damping oleh Penyelenggara Bimas Buddha dan ketua Yayasan Purnama Satya Dharma.
Sementara informasi yang diperoleh di Desa Palu Sibaji terdapat sebuah Yayasan keagamaan Buddha yang bernama Yayasan Purnama Satya Dharma yang sudah terdaftar di Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia pada tanggal 17 November 2021.
Pada tanggal 7 Januari 2023 Izin operasional Sekolah Minggu Buddha Purnama Satya Dharma yang beralamat jalan Jaya Dusun II, Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara ini diberikan sebagai bukti registrasi pengakuan secara sah oleh Kemenag RI Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha pada tanggal 10 Juli 2025 Yayasan Purnama Satya Dharma membuka sekolah formal Tingkat PAUD dibawah binaan Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI dengan nama Nevadhamma Sekha Purnama Pelita Harapan seperti Raudhatul Athfal (RA) yang merupakan setara dengan Taman Kanak-Kanak (TK) di bawah naungan Kementerian Agama Bimas Islam.
Pada tanggal 8 Juli 2025 muncul spanduk yang berisikan kami Masyarakat desa palu sibaji menolak Pembangunan vihara di desa palu sibaji sesuai kesepakatan tanggal 12 oktober 2024. Setelah dilakukan pendekatan akhirnya spanduk tersebut di turunkan.
Selanjutnya pada tanggal 21 Juli 2025 spanduk yang sama dipasang Kembali oleh oknum tersebut yang kemudian diturunkan oleh anak kandungnya.
Sementara pihak Yayasan Purnama Satya Dharma tidak memiliki wacana untuk membangun vihara karena sekarang ini mereka sedang fokus untuk mengembangkan Pendidikan keagamaan Buddha karena banyak anak anak di desa palu sibaji dan sekitarnya yang sangat membutuhkan Pendidikan keagamaan Buddha tersebut.(hrp)














