Toba,telusurSUMUT.com-Sehubungan dengan berakhirnya masa jabatan Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) pada 31 Maret 2026, muncul harapan baru dari kalangan aktivis dan pemerhati pariwisata agar pemerintah segera menunjuk pemimpin baru yang benar-benar memahami potensi serta kebutuhan kawasan Danau Toba.
Salah satu pemerhati Pariwisata dari Kalangan Jurnalis di Kab.Tapanuli Utara, Harapan Sagala pada Selasa (7/4/2026) meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menempatkan figur yang tepat dan kompeten dalam mengisi jabatan Direktur Utama BPODT guna mewujudkan tujuan utama pengembangan sektor Pariwisata di kawasan Danau Toba yang sangat dinantikan oleh semua pihak.
“Dengan berakhirnya masa jabatan Jimmy B.Panjaitan, sudah saatnya masyarakat Danau Toba mendapatkan perubahan melalui kehadiran pemimpin baru yang lebih memahami karakter, potensi, dan kebutuhan kawasan ini,” ujar Sagala.
Ia menilai, selama masa kepemimpinan sebelumnya, belum terlihat adanya terobosan yang signifikan dalam pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.
Menurutnya, berbagai program yang berjalan selama ini lebih banyak bersifat seremonial dan belum menunjukkan inovasi maupun langkah konkret mulai dari Hulu dan Hilir yang benar-benar berdampak terhadap kemajuan sektor kepariwisataan dan hal itu dapat kita lihat apakah jumlah kunjungan Turis Asing meningkat setiap tahunnya Ke Danau Toba serta ditambah lagi dengan semakin menjamurnya Keramba Jaring Apung di Kawsan Danau Toba.
Selain terobosan pengembangan infrastruktur di sektor Kepariwisataan, disisi lain dengan adanya Bandara Silangit di Kab.Taput hal tersebut menjadi peluang sebagai pintu masuk utama untuk mendatangkan Wisatawan dari luar negeri ke Danau Toba sebagai KSPN , namun
Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 2024, status Bandar Udara Internasional Sisingamangaraja XII (Silangit) di Tapanuli Utara resmi dicabut dari status internasional menjadi bandara domestik per April 2024 lalu.
“Danau Toba membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki semangat, visi yang jelas, serta komitmen kuat untuk memajukan pariwisata secara berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Direktur Utama BPODT ke depan harus memiliki kedekatan dengan masyarakat lokal, memahami seluk-beluk kepariwisataan Danau Toba, serta mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan warga di kawasan tersebut dan dapat memajukan Kepariwisataan di Kawasan Danau Toba.
“Pemimpin BPODT harus hadir bukan hanya sebagai pejabat formal semata tetapi sebagai penggerak pembangunan pariwisata yang berpihak kepada masyarakat dan wisatawan dan mampu membawa perubahan nyata bagi Danau Toba,” tutup Sagala.(hrp)














