Jalan Menuju Siunggam Dolok Paluta Memprihatinkan, Masyarakat: Seolah Kami Belum Merdeka

Senin, 15 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Anak-anak sekolah SD saat melalui jalan yang becek dan berlumpur di Siunggam Dolok Paluta.

Anak-anak sekolah SD saat melalui jalan yang becek dan berlumpur di Siunggam Dolok Paluta.

Paluta, TelusurSUMUT.com – Warga Desa Siunggam Dolok sekitarnya, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) berharap ada perbaikan jalan dari pemerintah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Apalagi dalam kondisi hujan, berlumpur dan licin bahkan sulit dilalui kenderaan baik roda dua dan empat umumnya masyarakat pejalan kaki.

” Kami berharap ada perhatian dari pemerintah sehingga jalan kami ini dapat diperbaiki,” kata salah seorang warga masyarakat marga Siregar, Senin (15/1). Sebab dengan kondisi jalan kami seperti ini, seolah kami belum merdeka,” sebutnya.

Apalagi sambung nya, saat kondisi hujan sangat sulit dilalui. Menjadi ironis para anak-anak sekolah menuju sekolah di Desa Simandiangin Dolok di tempuh berjalan kaki sepanjang 5 kilometer mereka buka sepatu, bahkan dijalan ada yang terjatuh karena licin.

“Tolong lah perbaiki jalan kami pak,khususnya pemerintah di Paluta lihat nasib jalan kami yang begitu parah,” sebutnya.

Sebab kata dia, wilayah mereka itu sangat pantas di perhatikan,jangan di jalan inti kota saja (protokol) yang diperbaiki perlu juga jalan menghubungkan desa desa di perbaiki. Dengan rusaknya infrastruktur jalan diwilayah Dolok Paluta otomatis hasil perekonomian mereka berimbas bahkan turun drastis, sementara harga bahan pokok mahal. Kenapa? transportasi darat sulit dilalui untuk mengantar logistik sedangkan hasil panen kami murah.
Untuk itu kami berharap ada perhatian dari pemerintah sehingga kami dapat menikmati kemerdekaan Indonesia ini, pungkasnya.(hrp)

Baca Juga:  RCM Peduli, Kembali Salurkan Bantuan Pada Korban Kebakaran di Desa Bukit Raya

Berita Terkait

Kemenag-Sekolah Tinggi Konghucu MoU Program Bahasa Mandarin Lingkungan Madrasah, Dr H Saripuddin Daulay: Bahasa Mandarin Pintu Lapangan Kerja Diera Globalisasi
Dari Lahan Jagung Seraya Menanam Literasi Keimigrasian, Imigrasi Yogyakarta Bangun Benteng Desa Cegah Dini TPPO
Sekilas Tentang Desa Batu Mamak, di Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara
87.000 Bibit Mangrove INALUM terus Dirawat, Benteng Hijau Pesisir Sumut Lawan Abrasi dan Iklim
Kopri PKC PMII Sumut Kecam Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid SD
“Lelaki Itu Menanam Sebelum Ada yang Peduli” Raih Juara 1 IN-Journal Chapter II
Sekilas Tentang Sepak Bola di Padang Bolak dari Masa ke masa
Bangun Indonesia dari Desa, Ketua DPD AKSI Sumut Ajak Kepala Desa Sukseskan KDKMP sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:18 WIB

Kemenag-Sekolah Tinggi Konghucu MoU Program Bahasa Mandarin Lingkungan Madrasah, Dr H Saripuddin Daulay: Bahasa Mandarin Pintu Lapangan Kerja Diera Globalisasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:56 WIB

Dari Lahan Jagung Seraya Menanam Literasi Keimigrasian, Imigrasi Yogyakarta Bangun Benteng Desa Cegah Dini TPPO

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:09 WIB

Sekilas Tentang Desa Batu Mamak, di Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara

Senin, 27 Juli 2026 - 13:03 WIB

87.000 Bibit Mangrove INALUM terus Dirawat, Benteng Hijau Pesisir Sumut Lawan Abrasi dan Iklim

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:32 WIB

Kopri PKC PMII Sumut Kecam Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid SD

Berita Terbaru