Keruh di Hulu, Keruh di Hilir

Selasa, 2 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Molo salah di pandasoran, pasti salah di pambibiran. Sebuah analogi menganyam tikar dari tanah Tapanuli Bagian Selatan. Falsafah ini dimaksudkan, kalau di pangkal sudah salah, di ujung juga pasti salah.

Dalam menganyam tikar, kalau di awal (pandasoran) salah, di pambibiran (finishing) pun pasti salah. Menganyam tikar pun gagal.

Penulis mengutip pedoman masyarakat Tabagsel ini untuk menjelaskan fenomena demonstrasi di DPR belakangan ini. Beranjak dari penelitian, mengutip Burhanuddin Muhtadi, bahwa 35 persen responden memilih karena politik uang pada Pemilu 2024, meningkat dari sebelumnya 28 persen. Itu artinya, mereka yang melenggang ke Senayan banyak menggelontorkan dana.

Dengan kata lain, mereka mendapatkan kursi dengan belanja suara. Berarti orang yang ingin jadi anggota DPR harus banyak uang. Alhasil, 60 persen anggota DPR berasal dari kalangan pengusaha, 30 persen diantaranya terafliasi dengan Parpol. Mayoritas anggota DPR adalah pengusaha, plus artis, Kaum intelektual pun jadi minoritas di DPR.
Pengusaha yang duduk di kursi politik bukan berarti bercitra negatif.

Tetapi pesan yang ingin disampaikan, di hulu atau di “pandasoran” mereka terpilih karena politik uang, di hilir alias di “pambibiran” pun boleh jadi mereka akan berpikir uang.

Pendek kata, upaya kita menganyan tikar yang salah di pandasoran, maka di pambibiran pun salah! Kita pun gagal menganyam tikar Mari kita nikmati bersama!!!

Penulis, Erman Tale Daulay, Ketua Umum Saroha Foundation

Baca Juga:  Dekatkan Layanan Publik, Layanan Paspor Perdana Resmi Dibuka di Tarutung

Berita Terkait

Kemenag-Sekolah Tinggi Konghucu MoU Program Bahasa Mandarin Lingkungan Madrasah, Dr H Saripuddin Daulay: Bahasa Mandarin Pintu Lapangan Kerja Diera Globalisasi
Dari Lahan Jagung Seraya Menanam Literasi Keimigrasian, Imigrasi Yogyakarta Bangun Benteng Desa Cegah Dini TPPO
Sekilas Tentang Desa Batu Mamak, di Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara
87.000 Bibit Mangrove INALUM terus Dirawat, Benteng Hijau Pesisir Sumut Lawan Abrasi dan Iklim
Kopri PKC PMII Sumut Kecam Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid SD
“Lelaki Itu Menanam Sebelum Ada yang Peduli” Raih Juara 1 IN-Journal Chapter II
Sekilas Tentang Sepak Bola di Padang Bolak dari Masa ke masa
Bangun Indonesia dari Desa, Ketua DPD AKSI Sumut Ajak Kepala Desa Sukseskan KDKMP sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:18 WIB

Kemenag-Sekolah Tinggi Konghucu MoU Program Bahasa Mandarin Lingkungan Madrasah, Dr H Saripuddin Daulay: Bahasa Mandarin Pintu Lapangan Kerja Diera Globalisasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:56 WIB

Dari Lahan Jagung Seraya Menanam Literasi Keimigrasian, Imigrasi Yogyakarta Bangun Benteng Desa Cegah Dini TPPO

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:09 WIB

Sekilas Tentang Desa Batu Mamak, di Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara

Senin, 27 Juli 2026 - 13:03 WIB

87.000 Bibit Mangrove INALUM terus Dirawat, Benteng Hijau Pesisir Sumut Lawan Abrasi dan Iklim

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:32 WIB

Kopri PKC PMII Sumut Kecam Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid SD

Berita Terbaru