Meningkatkan Kompetensi Guru dan Anak Didik, Methodist Tg Morawa Bentuk Kombel Rasa Limau

Jumat, 4 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deliserdang,telusurSUMUT.com-Sekolah swasta Methodist Tg.Morawa bentuk kelompok belajar (Kombel) ‘Rasa Limau’ ( Rabu saling peduli dan Maju Bersama) bagi anak-anak TK Methodist.

Hal ini dikatakan kepala Sekolah TK Methodist Tg. Morawa, Rita M.Psi, di ruang kerjanya, Kamis (3/10).

Kepala Tk Methodist Tg Morawa

“Sekolah taman kanak-kanak (Tk) Methodist Tg Morawa ini semenjak diangkat menjadi sekolah penggerak angkatan II, mulai tahun 2022, dan disahkan Bupati Deliserdang, saat itu kami menjadi sekolah penggerak dan terus berbenah.” Jelasnya.

“Maka pada saat itu dari Pusat, kami diberikan masukan dan terus belajar bagaimana menjalankan kurikulum merdeka.

Untuk tahun 2023, bahwasanya sekolah penggerak harus memiliki komunitas belajar.

Maka dengan demikian, disitulah kami mulai aktif melakukan komunitas belajar, dengan nama Rasa Limau Tk Methodist.”jelas Rita.

Didalam kelompok belajar ini, kami jadikan sebagai forum diskusi bersama antara pendidik dan kepala satuan pendidikan dalam mendiskusikan peningkatan kompetensi guru,terutama nantinya akan menghasilkan peningkatan pada hasil belajar peserta didik, itulah tujuan dari pada Kombel ini.

Kemudian, salah satu keunggulan kami adalah, saya sebagai kepala Sekolah Tk sekaligus penanggungjawab dari pada Kombel Rasa Limau ini, saya membagi bagi guru-guru pada dua tim, yakni tim A dan B.

 

Tim A, terdiri dari guru guru Kelompok bermain dan Kelompok A, (TK A) untuk usia anak 3- 5 tahun.

Sementara, tim B terdiri dari guru guru Kelompok B (TK B) untuk usia anak 5 – 6 tahun.

Nah, setiap seminggu sekali, mereka berkumpul dan berdiskusi terkait persoalan yang timbul pada saat mereka mengajar serta berdasarkan obserpasi di kelas dan lainnya.

“Jadi masing-masing tim, sudah mempunyai materi yang akan dibahas dan pada saat mereka Kombel satu kali dalam seminggu tersebut mereka berdiskusi dan mencari solusinya bersama.”jelasnya.

Baca Juga:  Hari Kebangkitan Nasional: Terus Nyalakan Semangat Persatuan

Adapun keunggulan dari pada Kombel kita ini adalah, membudayakan kolaborasi dan komitmen bersama sebagai cara adaptif, untuk merencanakan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

“Tentu kalau disekolah swasta banyak tugas-tugas yang harus dikerjakan guru, terkait pembelajaran di kelas dan lainnya.

Jadi kalau ada hal yang dikerjakan bersama dengan kolaborasi maka lebih maksimal lah solusi diperoleh.”ungkapnya.

Jadi untuk tahun 2024 ini, Kombel kami, memasuki tahun ketiga, artinya sudah mulai pada tahap pengimbasan, dan selain pengimbasasan di dalam sekolah, kami juga mengimbaskan lagi keluar sekolah namanya komunitas antar sekolah dengan melibatkan pendidik- pendidik dari sekolah lain.

Dan ini sudah kami lakukan beberapa kali. Tujuannya, adalah supaya kita lebih baik lagi, apalagi disekolah Methodist ini fasilitas cukup memadai dan lengkap.

Tapi bagi saya pendidik itu penting juga kita bina pada guru-guru yang lain yang masih usia muda untuk belajar bersama Dan mendapat ide bersama, sehingga kedepannya itu bisa meningkatkan pendidikan di Indonesia.
Karena anak-anak masa usia dini adalah masa pondasi mereka, jadi harus kuat sejak dini.

Intinya, Kombel ini forum diskusi guru dan tenaga pendidik dengan mempunyai sasaran yang jelas untuk peningkatan kompetensi guru dalam menghasilkan pembelajaran yang berpusat peserta didik dan akhirnya akan berdampak pada hasil belajar murid.”pungkasnya.

Nona guru Tk Methodist kelompok A, dikesempatan itu mengaku dengan adanya Kombel dirinya semakin mudah memberikan pembelajaran bagi anak-anak didik. Disamping itu, dapat meningkatkan kualitas kita dalam memberikan pelajaran dan anak-anak dapat merasakan dan semakin antusias mengikuti pelajaran, sebutnya.

Senada disampaikan Posmarito Harahap,guru kelompok B, bahwa Kombel Rasa Limau Tk Methodist tersebut bagi dirinya menambah pengalaman, serta bisa sharing antara sesama guru.
“Intinya dengan adanya Kombel ini, kami semakin baik lagi dalam mengajar dan meningkatkan strategi dan kemampuan anak-anak didik”jelasnya.(hrp)

Berita Terkait

Kemenag-Sekolah Tinggi Konghucu MoU Program Bahasa Mandarin Lingkungan Madrasah, Dr H Saripuddin Daulay: Bahasa Mandarin Pintu Lapangan Kerja Diera Globalisasi
Dari Lahan Jagung Seraya Menanam Literasi Keimigrasian, Imigrasi Yogyakarta Bangun Benteng Desa Cegah Dini TPPO
Sekilas Tentang Desa Batu Mamak, di Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara
87.000 Bibit Mangrove INALUM terus Dirawat, Benteng Hijau Pesisir Sumut Lawan Abrasi dan Iklim
Kopri PKC PMII Sumut Kecam Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid SD
“Lelaki Itu Menanam Sebelum Ada yang Peduli” Raih Juara 1 IN-Journal Chapter II
Sekilas Tentang Sepak Bola di Padang Bolak dari Masa ke masa
Bangun Indonesia dari Desa, Ketua DPD AKSI Sumut Ajak Kepala Desa Sukseskan KDKMP sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:18 WIB

Kemenag-Sekolah Tinggi Konghucu MoU Program Bahasa Mandarin Lingkungan Madrasah, Dr H Saripuddin Daulay: Bahasa Mandarin Pintu Lapangan Kerja Diera Globalisasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:56 WIB

Dari Lahan Jagung Seraya Menanam Literasi Keimigrasian, Imigrasi Yogyakarta Bangun Benteng Desa Cegah Dini TPPO

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:09 WIB

Sekilas Tentang Desa Batu Mamak, di Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara

Senin, 27 Juli 2026 - 13:03 WIB

87.000 Bibit Mangrove INALUM terus Dirawat, Benteng Hijau Pesisir Sumut Lawan Abrasi dan Iklim

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:32 WIB

Kopri PKC PMII Sumut Kecam Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid SD

Berita Terbaru