Potensi Pengembangan Padi Gogo Sangat Bagus di Labusel

Kamis, 29 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labusel telusurSUMUT.com-Potensi pengembangan tanaman padi gogo di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) sangat bagus, didukung animo masyarakat sangat luar biasa. Hal itu terbukti dengan makin banyaknya masyarakat yang menanam padi gogo.

Dalam perbincangan khusus antara host bincang tipis-tipis Erman Tale Daulay fengan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Labuhanbatu Selatan Azzaman Parapat baru-baru ini menyampaikan bahwa keuntungan menanam padi gogo atau padi darat ada pada harga jual gabahnya lebih tinggi dibanding padi sawah.

“Fakta yang ada di lapangan, bahwa produksi pagi gogo di kabupaten Labusel per hektarnya itu sekitar 4 ton, harga jual gabahnya setelah diolah jadi beras Rp16.000 per kilogram,”paparnya.

Sementara untuk pada sawah di Labusel hasil produksinya mencapai 9 ton per hektar, dengan harga gabah setelah diolah jadi beras sekitar Rp14.500 per kilogram.

“Luas lahan pertanian khususnya untuk pertanaman padi sawah hanya 140 hektar, potensi lahan pertaniannya sangat sedikit, itu sebabnya di Labusel masyarakat yang memiliki lahan sawit ditumpangsarikan dengan padi gogo,” tandasnya.

Terkait dengan pengembangan padi gogo di Labusel mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian dengan bantuan benih dan Alsintan. Azzaman menyampaikan apresiasi pada Plt Dirjenbun, Heru Tri Widarto, yang mencurahkan segala perhatian untuk pengembangan padi gogo di Labusel. Sebagai Pj wilayah Sumut, aktif berkoordinasi progres dalam pengembangan budidaya padi gogo.

Sedikit informasi tentang padi gogo, atau padi kering, memiliki potensi ekonomi yang signifikan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, terutama di daerah dengan keterbatasan irigasi atau lahan kering.  Pengembangannya menawarkan solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tersebut dan memperluas lahan pertanian yang dapat menghasilkan beras.

Padi gogo sangatlah sesuai dengan keadaan demografi Sumut yang banyak terdapat perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga:  Korban Banjir Bandang Humbahas, BNPB: 2 Tewas, 10 Orang di Nyatakan Hilang

Pada saat kebun kelapa sawit di fase replanting atau melakukan penumbangan dan penanaman kembali, di saat itulah potensi pemanfaatan lahan untuk ditanami padi gogo (tumpang sari).

Tumpang sari padi gogo di kebun kelapa sawit adalah sebuah strategi untuk memanfaatkan lahan perkebunan secara optimal, dengan menanam padi gogo sebagai tanaman sela. Program ini membuka peluang besar untuk meningkatkan produksi pangan tanpa harus mengorbankan kelapa sawit yang sudah menjadi komoditas unggulan daerah. Dengan memanfaatkan waktu dan ruang yang ada, diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan kebun kelapa sawit.

Padi gogo adalah padi yang tidak membutuhkan pengairan dan biaya untuk produksi yang murah dan tidak memerlukan perawatan yang intensif seperti hal nya padi sawah. Padi gogo harapkan sebagai pangan berkelanjutan dan berkesinambungan dalam mewujudkan swasemda pangan di Sumut.

Produktivitas padi gogo di lahan PSR (Peremajaan Sawit Rakyat) bisa mencapai 4,2 ton per hektare, dan dapat dilakukan 2 sampai 3 kali musim tanam sebelum kelapa sawit menghasilkan.

Penanaman padi gogo biasanya dengan sistem Tanpa Olah Tanah (TOT) sangat mengurangi biaya produksi, dengan demikian sangat menguntungkan bagi petani.(hrp)

Berita Terkait

Kemenag-Sekolah Tinggi Konghucu MoU Program Bahasa Mandarin Lingkungan Madrasah, Dr H Saripuddin Daulay: Bahasa Mandarin Pintu Lapangan Kerja Diera Globalisasi
Dari Lahan Jagung Seraya Menanam Literasi Keimigrasian, Imigrasi Yogyakarta Bangun Benteng Desa Cegah Dini TPPO
Sekilas Tentang Desa Batu Mamak, di Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara
87.000 Bibit Mangrove INALUM terus Dirawat, Benteng Hijau Pesisir Sumut Lawan Abrasi dan Iklim
Kopri PKC PMII Sumut Kecam Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid SD
“Lelaki Itu Menanam Sebelum Ada yang Peduli” Raih Juara 1 IN-Journal Chapter II
Sekilas Tentang Sepak Bola di Padang Bolak dari Masa ke masa
Bangun Indonesia dari Desa, Ketua DPD AKSI Sumut Ajak Kepala Desa Sukseskan KDKMP sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:18 WIB

Kemenag-Sekolah Tinggi Konghucu MoU Program Bahasa Mandarin Lingkungan Madrasah, Dr H Saripuddin Daulay: Bahasa Mandarin Pintu Lapangan Kerja Diera Globalisasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:56 WIB

Dari Lahan Jagung Seraya Menanam Literasi Keimigrasian, Imigrasi Yogyakarta Bangun Benteng Desa Cegah Dini TPPO

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:09 WIB

Sekilas Tentang Desa Batu Mamak, di Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara

Senin, 27 Juli 2026 - 13:03 WIB

87.000 Bibit Mangrove INALUM terus Dirawat, Benteng Hijau Pesisir Sumut Lawan Abrasi dan Iklim

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:32 WIB

Kopri PKC PMII Sumut Kecam Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid SD

Berita Terbaru