Renungan dan harapan 80 tahun Indonesia merdeka

Selasa, 19 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan,telusurSUMUT.com-Alhamdulillah Republik Indonesia genap usia kemerdekaannya 80 tahun sehingga pantas disyukuri oleh bangsa Indonesia karena sudah menjadi negara yang berdaulat selama 80 tahun.

Beberapa hal yang harus direnungkan tentang perjalanan bangsa Indonesia dalam mengisi kemerdekaannya yang penuh dengan berbagai macam tantangan dan rintangan dari beberapa dekade kepemimpinan nasional.

Harapan yang sangat diidam-idamkan oleh warga negara Republik Indonesia adalah bagaimana terciptanya keadilan kemakmuran dan kesejahteraan serta kejujuran dalam membangun bangsa Indonesia. Akhir-akhir ini sekitar 10 tahun yang lalu bangsa Indonesia merasakan bagaimana kehidupan yang penuh dengan ketidakadilan bahkan kejujuran pun tidak lagi diindahkan.

Di era demokrasi yang sangat kita idam-idamkan untuk memakmurkan bangsa Indonesia serta mensejahterakan rakyatnya ternyata masih jauh dari harapan. Ada kalanya kebenaran itu menjadi sebuah lelucon bagi bangsa Indonesia sementara kejahatan menjadi hal yang biasa dipraktekkan dan diperankan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kemewahan yang ditunjukkan oleh beberapa komponen pemimpin bangsa sering membuat rakyat merasa sedih bahkan menangis di dalam hatinya yang tidak mampu berbicara dengan sejujurnya apa yang terjadi pada rakyat ini. Masih banyak pemimpin yang tidak memperhatikan kehidupan serta keadaan rakyatnya mulai dari tingkat nasional, tingkat provinsi , kabupaten kota, serta desa. Sangat sering terjadi demonstrasi berskala nasional, provinsi kabupaten kota serta tingkat desa menuntut keadilan dan kejujuran dalam memimpin daerah masing-masing. Merupakan tanda kelemahan daripada pemimpin untuk menyahuti berbagai kebutuhan ekonomi serta kebutuhan masyarakat di negara Republik Indonesia.

Praktek monopoli,KKN sangat kental di negara kita ini memperjuangkan kelompok golongan bisa juga kita sebut konglomerat dan pengusaha yang kotor jiwanya tidak memikirkan bagaimana kehidupan warga Indonesia. Banyak investor menanamkan modalnya di negara ini namun tidak membawa kemaslahatan kepada warga sekitar. Masih banyak warga Indonesia yang tidak memiliki sepetak tanah pun untuk tempat tinggalnya sementara berpuluh-puluh hektar bahkan beratus hektar dibangun bermacam perumahan mewah dan sangat elit sehingga warga sekitarnya hanya menelan air liur sunguh terasa betapa sedih nya kondisi dimasyarakat saat ini.

Baca Juga:  Tampung Aspirasi Masyarakat, Hamsiruddin Bentuk RCM Center

Belum lagi kondisi tentang kerja atau lapangan kerja sampai saat ini warga Indonesia sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Paling menyedihkan banyak sarjana indonesia di mana menyelesaikan perkuliahannya sangat sulit dengan beban yang begitu banyak dan persyaratan-persyaratan yang dibuat oleh perguruan tinggi mulai dari mengupload di jurnal membutuhkan biaya yang sangat banyak, namun setelah mereka menyandang gelar sarjana bangsa ini tidak menyediakan lapangan kerja untuk mereka. Begitulah kondisi 80 tahun Indonesia merdeka, harus renungkan sesungguhnya di mana kesalahan dalam mengurus bangsa ini

Persoalan-persoalan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia masih sangat banyak mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan dan ekonomi juga tidak kalah pentingnya persoalan hukum yang tidak jelas pelaksanaannya dalam berbangsa dan bernegara. Masyarakat sudah mulai melihat bahkan sudah pintar membaca permainan-permainan Mafia Hukum dan permainan ketidakadilan dalam mengatasi berbagai persoalan hukum. Sungguh memprihatinkan bagi semua warga Indonesia demi kepentingan sekelompok golongan dapat mengorbankan kepentingan yang lebih besar.

Profesional dalam mengelola pendidikan pada zaman sekarang ini 80 tahun Indonesia merdeka masih sering didengar betapa sulitnya menyelesaikan tingkat pendidikan tinggi dengan persyaratan-persyaratan yang sangat rumit seolah-olah hasil pendidikan tinggi itu harus melalui jurnal di mana jurnal ini merupakan sebuah bisnis ilmiah, hal ini perlu dipikirkan untuk membantu para mahasiswa ataupun calon-calon Doktor dan profesor semuanya harus melalui jurnal yang menelan biaya yang sangat mahal kasihan mereka yang menuntut ilmu.

Dari ungkapan di atas yang menjadi persoalan utama di dalam mengelola negara indonesia paling tidak harus dipahami beberapa langkah ke depan yang harus dirubah dan dikaji agar Indonesia semakin baik dan makmur sayang akan datang.Pertama tegakkan keadilan dan kejujuran di mana pun kita berperan dalam membangun bangsa Indonesia

Baca Juga:  FUISU AMANAR Deklarasi Dukung Edy Rahmayadi - Hasan Basri Sagala Jadi Gubsu dan Wagubsu 

Kedua hapuskan semua bentuk-bentuk KKN yang sudah merajalela dipraktekkan dalam kurun 10 tahun belakangan ini.

Ketiga harus kita tegakkan supremasi hukum menyelesaikan persoalan yang ada di negara kita.Keempat harus kita lakukan perbaikan moralitas warga negara Republik Indonesia mulai dari pemimpin sampai warga negara dengan memperbaiki moralitas ini insya Allah kemakmuran dan kesejahteraan bersama sesuai yang dicita-citakan oleh pendiri negara Indonesia ini tercapai dengan mudah.
Harapan kita ke depan indonesia ini harus lebih makmur mohon maaf bagi mereka yang sudah menikmati kekayaan indonesia harus menyadari bahwa seluruh warga negara berhak menikmati karunia Allah yang begitu besar untuk bangsa Indonesia.

Menjadi sebuah kebanggaan bahkan menjadi harapan semua orang bahwa tegakkanlah kejujuran dan keadilan untuk memakmurkan warga Indonesia janganlah kita tunjukkan kehebatan kita karena kita memiliki gaji yang mahal kita bisa berjoget-joget kegembiraan tapi kita tidak tahu banyak yang menjerit di bawah sana tentunya ini merupakan dosa bersama kita yang monopoli penghasilan di negara ini tanpa keadilan terima kasih renungan dan harapan ini adalah sebuah pemikiran yang memang terjadi dan harus kita perbaiki, semoga bermanfaat dan jayalah Indonesia melalui ungkapan bersatu bersungguh-sungguh dan berdoa.
Jadilah penebar kebaikan dan pewaris kebajikan.Tanamkan kejujuran niscaya menuai kemakmuran amin ya robbal alamin. (*)

Penulis adalah Dr H Burhanuddin harahap MPd Ketua PERTI Sumatera Utara

Berita Terkait

Kemenag-Sekolah Tinggi Konghucu MoU Program Bahasa Mandarin Lingkungan Madrasah, Dr H Saripuddin Daulay: Bahasa Mandarin Pintu Lapangan Kerja Diera Globalisasi
Dari Lahan Jagung Seraya Menanam Literasi Keimigrasian, Imigrasi Yogyakarta Bangun Benteng Desa Cegah Dini TPPO
Sekilas Tentang Desa Batu Mamak, di Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara
87.000 Bibit Mangrove INALUM terus Dirawat, Benteng Hijau Pesisir Sumut Lawan Abrasi dan Iklim
Kopri PKC PMII Sumut Kecam Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid SD
“Lelaki Itu Menanam Sebelum Ada yang Peduli” Raih Juara 1 IN-Journal Chapter II
Sekilas Tentang Sepak Bola di Padang Bolak dari Masa ke masa
Bangun Indonesia dari Desa, Ketua DPD AKSI Sumut Ajak Kepala Desa Sukseskan KDKMP sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:18 WIB

Kemenag-Sekolah Tinggi Konghucu MoU Program Bahasa Mandarin Lingkungan Madrasah, Dr H Saripuddin Daulay: Bahasa Mandarin Pintu Lapangan Kerja Diera Globalisasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:56 WIB

Dari Lahan Jagung Seraya Menanam Literasi Keimigrasian, Imigrasi Yogyakarta Bangun Benteng Desa Cegah Dini TPPO

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:09 WIB

Sekilas Tentang Desa Batu Mamak, di Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara

Senin, 27 Juli 2026 - 13:03 WIB

87.000 Bibit Mangrove INALUM terus Dirawat, Benteng Hijau Pesisir Sumut Lawan Abrasi dan Iklim

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:32 WIB

Kopri PKC PMII Sumut Kecam Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid SD

Berita Terbaru